Senin, 06 Februari 2012

KELEMAHAN DAN KELEBIHAN PENDIDIKAN NON FORMAL


KELEMAHAN PENDIDIKAN NON FORMAL
Kelemahan pertama, kurangnya koordinasi disebabkan oleh keragaman dan luasnya program yang diselenggarakan oleh berbagai pihak. Semua lembaga pemerintah, baik yang berstatus departemen maupun non departemen, menyelenggarakan program-program pendidikan nonformal. Berbagai lembaga swasta, perorangan, dan masyarakat menyelenggarakan program pendidikan nonformal yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan lembaga tersebut atau untuk pelayanan kepada masyarakat. Dengan adanya variasi program yang dilakukan oleh berbagai pihak itu akan memungkinkan terjadinya program-program yang tumpang tindih. Program yang sama mungkin akan digarap oleh berbagai lembaga, sebaliknya mungkin suatu program yang memerlukan penggarapan secara terpadu kurang mendapat perhatian dari berbagai lembaga. Oleh karena itu koordinasi antar pihak penyelenggara program pendidikan nonformal sangat diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program serta untuk mendayagunakan sumber-sumber dan fasilitas dengan lebih terarah sehingga program tersebut mencapai hasil yang optimal.
Kelemahan kedua, tenaga pendidik atau sumber belajar yang profesional masih kurang. Penyelenggara kegiatan pembelajaran dan pengelolaan program pendidikan nonformal sampai saat ini sebagian terbesar dilakukan oleh tenaga-tenaga yang tidak mempunyai latar belakang pengalaman pendidikan nonformal. keterlibatan mereka dalam program pendidikan didorong oleh rasa pengabdian kepada masyarakat atau kerena tugas yang diperoleh dari lembaga tempat mereka bekerja, dan mereka pada umumnya berlatar belakang pendidikan formal. Kenyataan ini sering mempengaruhi cara penampilan mereka dalam proses pembelajaran anatara lain dengan menerapkan pendekatan mengajar pada pendidikan formal di dalam pendidikan nonformal sehingga pendekatan ini pada dasarnya tidak sesuai dengan prinsip-prinsip pembalajaran dalam pendidikan nonformal. Pengelolaan program pendidikan nonformal memerlukan pendekatan dan keterampilan yang relatif berbeda dengan pengelolaan program pendidikan formal. Untuk mengatasi kelemahan itu maka diperlukan upaya peningkatan kemampuan tenaga pendidik yang ada dalam pengadaan tenaga profesional pendidikan nonformal.
Kelemahan ketiga, motivasi belajar peserta didik relatif rendah. Kelemahan ini berkaitan dengan:
  1. Adanya kesan umum bahwa lebih rendah nilainya daripada pendidikan formal yang peserta didiknya memiliki motivasi kuat untuk perolehan ijazah.
  2. Pendekatan yang dilakukan oleh pendidik yang mempunyai latar belakang pengalaman pendidikan formal dan menerapkannya dalam kegiatan pembelajaran pendidikan nonformal pada umumnya tidak kondusif untuk mengembangkan minat peserta didik.
  3. Masih terdapat program pendidikan, yang berkaitan dengan upaya membekali peserta didik untuk mengembangkan kemampuan dibidang ekonomi, tidak dilengkapai dengan masukan lain (other input) sehingga peserta didik atau lulusan tidak dapat menerapkan hasil belajarnya.
  4. Para lulusan pendidikan nonformal dianggap lebih rendah statusnya dibandingkan status pendidikan formal, malah sering terjadi para lulusan pendidikan yang disebut pertama berada dalam pengaruh lulusan pendidikan nonformal.
Dengan demikian, kelemahan-kelemahan di atas merupakan beberapa contoh yang muncul di lapangan. Namun pendidikan nonformal makin lama makin diakui pentingnya dan kehadirannya sebagai pendidikan yang berkaitan erat dengan kebutuhan masyarakat dan bangsa serta sebagai bagian penting dari kebijakan dan program pembangunan.

KELEBIHAN NON FORMAL
Pendidikan Masyarakat Sama Dengan Pemberdayaan Masyarakat
Pendidikan masyarakat adalah suatu gagasan berupa konsep penelitian dan penerapan pengembangan
di masyarakat, sebagai fungsi untuk membimbing dan meningkatkan pola pikir masyarakat terhadap
semua perkembangan dunia yang sedang terjadi saat ini.
Dulu, ada sebuah program pemerintah yang banyak diikuti oleh masyarakat karena programnya yang
menyenangkan dan bisa memeberikan pendidikan secara gratis kepada mereka, yang disebut
Kelompencapir atau Kelompok Pendengar Pembaca dan Pirsawan.
Karena dulu media pendidikan untuk masyarakat hanya ada satu stasiun televisi saja, maka hampir
semua golongan masyarakat menengah ke bawah sering menyaksikan acara di tv. Program ini termasuk
dalam satu program pendidikan masyarakat.
Pendidikan masyarakat ini dalam kegiatannya membahas mengenai berbagai macam isu yang hadir di
masyarakat. Mereka yang tergabung dalam progrm ini akan berdiskusi, berbagai pengalaman membaca
buku ataupun sekedar membicarakan isu hangat yang sedang banyak dibicarakan di masyarakat.
Tentunya semua hal yang mereka bicarakan itu bermanfaat dan bukan sekedar gosip saja.

KELEBIHAN bagi masyarakat golongan menengah ke bawah adalah mereka menjadi semakin tinggi tingkat
kesadarannya akan berbagai macam hal penting yang terjadi di masyarakat kita. Pola pikirnya menjadi
berubah dan semakin terbuka dengan berbagai perubahan dunia. Dengan arti lain, wawasan mereka
semakin luas dengan adanya program ini.
Semua kegiatan yang dijadwalkan dalam pendidikan masyarakat ini disesuaikan dengan kemampuan
ekonomi mereka. Ada yang bertanam sayuran dan bumbu dapur, ada yang beternak ikan, ayam,
ataupun kambing.
Kegiatan keterampilan khusus untuk wanita seperti menjahit, berkreasi dengan barang bekas, hingga
membuat menu sederhana namun bisa penuhi gizi dengan menggunakan bahan masakan yang berasal
dari halaman belakang mereka. Tidak diperlukan banyak biaya untuk melaksanakan program ini dan
semuanya itu penuh manfaat bagi kehidupan mereka.
Pendidikan masyarakat ketika itu mempunyai nilai yang cukup tinggi. Mereka lebih memiliki tenggang
rasa dengan warga yang masih kekurangan. Mereka saling menolong tanpa rasa iri. Begitu juga dengan
kegiatan seputar olahraga dan PKK. semua kegiatan itu bersifat positif dan menjadi ajang pembinaan
yang efektif.
Ada sekolah khusus untuk para orang tua yang buta huruf, mereka sangat menikmati program ini dan
berusaha untuk membuka wawasan pikirannya yang lebih luas lagi sehingga kesenjangan dengan
mereka yang mengenyam pendidikan di sekolah semakin kecil. Pendidikan masyarakat yang
memberikan banyak manfaat dan keguanaan bagi kehidupan masyarakat kelas bawah.
Jenis-jenis kegiatan yang hampir sama dengan kegiatan pemberdayaan masyarakat, misalnya seperti
berikut ini :
1. Sosialisasi Pemberian ASI pada bayi
2. Program imunisasi rutin untuk semua balita
3. Senam Bersama
4. Kegiatan belajar bagi masyarakat buta huruf
5. Program Jumat bersih
6. Siskamling
7. Dll
Kegiatan ini yang sudah lama sulit kita temukan, saat ini sudah mulai kembali lagi bangkit di lingkungan
masyarakat. Jika program ini bermanfaat dan berguna bagi masyarakat, akan lebih baik jika semua
kembali ke program pemberdayaan dan peningkatan kualitas masyarakat indonesia untuk lebih baik



Tidak ada komentar: